Salah
satu tempat wisata sejarah di Rembang yang dapat anda
nikmati adalah enam situs di Vihara
Ratanavana Arana Lasem.
Yang menarik di vihara ini adalah banyak situs bersejarah salah satunya yaitu
Patung Buddha Tidur. Jika anda ingin melihat patung buddha tidur, Anda tidak
usah jauh-jauh pergi ke Thailand karena di Indonesia sendiri ada kok. Patung Buddha tidur ini terletak di Vihara
Ratanavana Arama Lasem, yaitu tepatnya di Desa Sendang Coyo, Kecamatan
Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Vihara Ratanavana Arama Lasem menjadi salah
satu Vihara terbesar di Indonesia.
Lasem bisa dibilang merupakan kota sejarah dan budaya. Banyak tempat-tempat
bersejarah yang ada di Lasem. Selain itu Lasem menjadi miniatur Tiongkok di
Rembang. Vihara Ratanavana Arama didirikan oleh Bhante Sudhammo di lahan seluas 6
hektar, di Desa Sendangcoyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Dari jalan
raya utama (Jalur Pantura), di Kota Lasem, kita harus masuk sejauh 4 km untuk
menuju vihara ini.
Awalnya luas lahan
vihara hanya 1 hektar. Namun, berkat uluran tangan para donatur, lahan vihara
bertambah luas menjadi 6 hektar. Dipilihnya Lasem sebagai tempat dibangunnya
vihara tak lain karena Lasem merupakan salah satu titik perkembangan Agama
Buddha di Indonesia sejak zaman Majapahit. Di Desa Ngasinan, Warugunung, tak
jauh dari Sendangcoyo, terdapat makam Brotoçanti, salah satu keturunan Putri
Campa. Konon, Patih Gajah Mada pernah bersemedi di tempat itu.
Vihara Ratanavana
Arama sangat menarik dan berbeda dengan vihara-vihara lainnya di
Indonesia karena di vihara ini terdapat rangkaian Patung Sang Buddha (Sidhartha
Gautama), mulai dari saat kelahiran sampai menjadi Buddha hingga wafat, yang
terbagi menjadi lima situs patung. Untuk melihat berbagai bentuk Patung
Sidharta Gautama, dari halaman utama vihara, kita harus mendaki sejumlah anak
tangga karena patung-patung tersebut dibangun di atas tanah yang konturnya
miring. Sebelum melihat Patung Sang Buddha, jangan lupa untuk lapor dan mengisi
buku tamu di sekretariat. Kita tidak perlu bayar untuk mengunjungi Vihara Ratanavana
Arama, tetapi pengelola vihara akan menerima dengan senang hati bila kita
memberikan donasi seikhlasnya.
Situs Bersejarah Pertama
Setelah mendaki beberapa anak tangga, kita akan sampai
di situs pertama. Di situs ini terdapat taman yang asri, di mana terdapat
Patung Sidharta Gautama lahir, Dewi Mahamaya (Ibunda Sidharta Gautama), gajah
putih, ular naga raksasa sepanjang 25 meter, dan tujuh bunga teratai. Semua
patung tersebut berwarna emas.
Situs Bersejarah kedua
Di situs ini terdapat
Patung Sidharta Gautama setinggi tiga meter sedang duduk bersemedi di bawah
pohon beringin. Badannya terlihat kurus kering (tulang rusuknya terlihat
menonjol) dengan kedua tangannya diletakkan di depan perut. Patung ini
menggambarkan Sidharta Gautama yang bersemedi selama enam tahun di Hutan
Uruvela, India.
Situs Bersejarah ketiga
Selanjutnya di situs
ketiga, terdapat Patung Sidharta Gautama berdiri di atas bunga teratai dengan
tangan kanan diangkat setingga dada, dengan telapak tangan menghadap ke depan.
Patung ini menggambarkan Sidharta Gautama telah menemukan tujuh langkah
mencapai kesempurnaan hidup, yaitu : Sati (perhatian), Dhamma (penyelidikan),
Viriya (semangat), Piti (kegiuran), Pasadi (ketenangan), Samadhi (pemusatan
pikiran), dan Upekkha (keseimbangan batin). Di samping patung terdapat tembok
yang bertuliskan beberapa ajaran utama Sidharta Gautama. Pahatan tulisan
tersebut berbunyi “Jalan utama berunsur delapan : (1) Pengertian benar, (2)
Pikiran benar, (3) Ucapan benar, (4) Perbuatan benar, (5) Mata pencaharian
benar, (6)Daya upaya benar,(7) Perhatian benar, dan (8) Konsentrasi benar.”
Situs Bersejarah Keempat
Di situs berikutnya, terdapat Patung Sidharta Gautama
duduk bersila di atas bunga teratai sedang menyampaikan ajarannya kepada lima
muridnya. Di situs ini juga terdapat patung seekor rusa. Situs ini
menggambarkan Sidharta Gautama yang telah menjadi Buddha Gautama. Untuk pertama
kalinya, Sang Buddha menyampaikan ajarannya kepada lima muridnya di Taman Rusa
Isipatana, India.
Situs Bersejarah Kelima
Candi Sudhammo
Mahathera (Miniatur Candi Borobudur)
Selain kelima situs di
atas, ada satu situs lainnya yang menjadi daya tarik Vihara Ratanavana
Arama, yaitu Miniatur Candi Borobudur yang bernama Candi Sudhammo
Mahathera. Situs ini letaknya agak terpisah dari kompleks vihara dan rangkaian
Patung Buddha Gautama, kira-kira 200 meter di sebelah utara kompleks
vihara. Miniatur Candi Borobudur ini dinamakan Candi Sudhammo
Mahathera karena di dalam bangunan candi ini terdapat makam Bhante
Sudhammo, sang pendiri vihara. Konon, semasa hidupnya Bhante Sudhamo pernah
bercita-cita membangun Miniatur Candi Borobudur, maka setelah meninggal dunia
beliau dimakamkan di dalam miniatur bangunan tersebut.
Candi Sudhammo
Mahathera dikelilingi pagar yang terbuat dari batu dengan relief berupa
gambar Bhante Sudhammo. Di candi ini terdapat 49 buah stupa yang terdiri atas
tiga lapis/susun, dengan perincian sebagai berikut : lapisan pertama (paling
bawah) terdiri dari 24 stupa, lapisan kedua (tengah) terdiri dari 16 stupa,
lapisan ketiga (atas) terdiri dari 8 stupa, dan di puncak terdapat sebuah stupa
yang paling besar. Jadi sepintas, bangunan Candi Sudhammo Mahathera sangat
mirip dengan Candi Borobudur.



Tidak ada komentar